Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana membangun pusat pembinaan usaha kecil menengah (UKM) perikanan dan kelautan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2013 untuk memaksimalkan hasil pengolahan komoditas itu.
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Parulian Hutagalung mengatakan bantuan khusus diberikan kepada NTB karena konsisten mengelola dan mengembangkan potensi di bidang kelautan dan perikanan.
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Oktober 2012
NTB Jadi Pusat UKM Perikanan
Diposting oleh
peluang usaha
di
17.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 21 Oktober 2012
Zona Nyaman yang Mengganggu Bisnis.
"Penghambat terbesar perkembangan IT usaha kecil dan menengah (UKM) yang dijalankan perempuan adalah keengganan pelaku usaha keluar dari zona nyaman.
Hal itu diungkapkan oleh CEO Indonesia Center for Public Policy Studies (1CPPS) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, DR Ir Nining I Soesilo MA.
"Banyak di antara pengusaha perempuan takut menjadi besar karena itu mengganggu zona nyaman. Lebih sukses berarti harus " kerja keras, pulang terlambat, dan risiko besar, sehingga yang dipikir mereka adalah kegagalan terus," ujar Nining usai diskusi bertema "Pemberdayaan Kaum Muda Perempuan; Situasi Terkini dan Tantangan ke Depan" yang digejar di fXcntcr, Kamis (11/10).
Nining, yang juga Direktur Utama UKM Center FEUI itu menjelaskan, pikiran berada di zona nyaman itu yang harus dibuang jika pelaku UKM
Hal itu diungkapkan oleh CEO Indonesia Center for Public Policy Studies (1CPPS) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, DR Ir Nining I Soesilo MA.
"Banyak di antara pengusaha perempuan takut menjadi besar karena itu mengganggu zona nyaman. Lebih sukses berarti harus " kerja keras, pulang terlambat, dan risiko besar, sehingga yang dipikir mereka adalah kegagalan terus," ujar Nining usai diskusi bertema "Pemberdayaan Kaum Muda Perempuan; Situasi Terkini dan Tantangan ke Depan" yang digejar di fXcntcr, Kamis (11/10).
Nining, yang juga Direktur Utama UKM Center FEUI itu menjelaskan, pikiran berada di zona nyaman itu yang harus dibuang jika pelaku UKM
Diposting oleh
peluang usaha
di
17.24
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Rabu, 17 Oktober 2012
Luaskan Program Ternak Kambing Buruh Perkebunan
Dalam novel Sepatu Dahlan dikisahkan bahwa sejak masih sekolah di SR Bukeer. Madiun dan melanjutkan sekolahnya ke Pesantren Takeran tingkat Tsanawryah. setelah shalat Shubuh Dahlan Iskan kecil harus menyabit rumput untuk beberapa ekor dombanya sebelum pergi ke sekolah. Sore hari menjelang maghrib ia menggembala dombanya untuk mencari makan sebelum kambingnya dikandangkan.
Pengalaman masa kecil ini dipraktikkan Pak Dahlan Iskan Menteri BUMN dengan membina Program Kemitraan dan Bina Lingkungan [PKBL] memelihara kambing bantuan BUMN di Bukit Menoreh Purworejo Jawa Tengah. Sebanyak 23 penduduk yang bergabung dalam kelompok Ngudi Luwih menerima pinjaman kambing etawa BUMN PT Jasa Rahaqa masing-masing Rp 15 juta, dengan bunga enam persen setahun. Tiap-tiap orang bebas membeli lima ekor kambing kecil-kecil atau tiga ekor kambing betina yang agak besar.
Seorang peternak bernama Warman membeli kambing etawa tiga ekor yang agak besar, satu setengah tahun kemudian setelah Pak Dahlan mengecek perkembangan peternakan itu, ternyata kambing Warman sudah menjadi 14 ekor. Ternyata ke-23 orang yang menerima bantuan Rp 15 juta dan BUMN PT Jasa Raharja tidak ada yang gagal.
Alangkah eloknya bila peternak kambing dan sapi dapat dikembangkan lebih luas ke perkebunan kelapa sawit BUMN di seluruh Indonesia seperti yang dipraktikkan di Bukit Menoreh. Purworejo. Jawa Tengah. Sehingga petani-petani gurem dan buruh-buruh perkebunan di sekitar perkebunan dapat tertolong hidupnya menjadi lebih makmur.
Pengalaman masa kecil ini dipraktikkan Pak Dahlan Iskan Menteri BUMN dengan membina Program Kemitraan dan Bina Lingkungan [PKBL] memelihara kambing bantuan BUMN di Bukit Menoreh Purworejo Jawa Tengah. Sebanyak 23 penduduk yang bergabung dalam kelompok Ngudi Luwih menerima pinjaman kambing etawa BUMN PT Jasa Rahaqa masing-masing Rp 15 juta, dengan bunga enam persen setahun. Tiap-tiap orang bebas membeli lima ekor kambing kecil-kecil atau tiga ekor kambing betina yang agak besar.
Seorang peternak bernama Warman membeli kambing etawa tiga ekor yang agak besar, satu setengah tahun kemudian setelah Pak Dahlan mengecek perkembangan peternakan itu, ternyata kambing Warman sudah menjadi 14 ekor. Ternyata ke-23 orang yang menerima bantuan Rp 15 juta dan BUMN PT Jasa Raharja tidak ada yang gagal.
Alangkah eloknya bila peternak kambing dan sapi dapat dikembangkan lebih luas ke perkebunan kelapa sawit BUMN di seluruh Indonesia seperti yang dipraktikkan di Bukit Menoreh. Purworejo. Jawa Tengah. Sehingga petani-petani gurem dan buruh-buruh perkebunan di sekitar perkebunan dapat tertolong hidupnya menjadi lebih makmur.
Diposting oleh
peluang usaha
di
16.27
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jumat, 18 Februari 2011
Cuka Apel Yang Patut Dilirik
Salah satu jenis buah yang cukup komersial adalah buah apel. Daerah penghasil apel yang terkenal di Indonesia ada di kota Malang. Apel Malang memiliki tekstur renyah dan rasa yang manis agak asam. Pada umumnya buah apel dikonsumsi masyarakat sebagai buah segar atau campuran es buah.
Salah satu alternatifnya adalah dengan mengolah apel menjadi cuka apel atau apple cider vinegar. Cuka apel merupakan minuman hasil fermentasi buah apel segar. Melalui proses fermentasi, kandungan nutrisi buah apel menjadi bertambah kaya, terutama enzim dan asam amino yang memberikan khasiat penyembuhan.
Salah satu jenis buah yang cukup komersial adalah buah apel. Daerah penghasil apel yang terkenal di Indonesia ada di kota Malang. Apel Malang memiliki tekstur renyah dan rasa yang manis agak asam. Pada umumnya buah apel dikonsumsi masyarakat sebagai buah segar atau campuran es buah.
Salah satu alternatifnya adalah dengan mengolah apel menjadi cuka apel atau apple cider vinegar. Cuka apel merupakan minuman hasil fermentasi buah apel segar. Melalui proses fermentasi, kandungan nutrisi buah apel menjadi bertambah kaya, terutama enzim dan asam amino yang memberikan khasiat penyembuhan.
Salah satu jenis cuka yang cukup banyak diminta adalah cuka apel. Dalam rumah tangga, cuka apel biasanya digunakan sebagai penyedap dan penambah rasa asam alami pada masakan, namun selain itu cuka jenis ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengawetkan makanan, seperti daging, sayur, dan acar.
Dalam hal kesehatan, apple cider vinegar bisa membantu program penurunan berat badan, meredakan artritis, menurunkan kadar kolesterol jahat, melawan kanker, mencegah penuaan, dan beragam manfaat lainnya. Diduga, kandungan mineral, enzim, serta asam di dalam cuka apel (bisa didapat dalam bentuk suplemen) bisa membantu menghancurkan lemak, jika kita meminum beberapa sendok teh sebelum makan. Mengandung pektin, jenis serat larut air yang dapat mengikat kelebihan kolesterol dan logam berat dalam saluran usus dan membuangnya ke luar.
Konsumen sering takut mengkonsumsi cuka apel karena mereka menderita sakit maag. Padahal, cuka apel tidak menyebabkan maag. Penyakit maag terjadi karena lambung manusia sudah tidak dapat atau kurang dapat memproduksi asam Hidroclorid, sehingga makanan yang tersimpan di lambung akan mengalami fermentasi. Dengan mengkonsumsi air, cuka apel, dan madu, kebutuhan asam hidroclorid dapat terpenuhi.
Khasiat lain cuka apel yaitu dapat mengobati reumatik, karena kandungan kaliumnya mampu mengurangi endapan kristal asam yang tumbuh di sekitar tulang sendi. Sedangkan asam maltat yang dihasilkan melalui proses fermentasi, menghasilkan aksi pembersihan sel dan membuat orang awet muda. Kandungan magnesiumnya berfungsi sebagai perekat yang melekatkan kalsium dan fosfor pada tulang-tulang dalam tubuh untuk melawan osteoporosis atau tulang rapuh.
Cuka apel juga sudah digunakan sejak ratusan tahun untuk mengurangi nyeri pada artritis, mengobati sakit tenggorokan, jerawat dan gangguan kulit lainnya, hipertensi, rambut berketombe, kulit terbakar matahari, peningkatan kadar kolesterol. Orang Barat menggunakan cuka apel untuk membuat berbagai ramuan tradisional. Antara lain untuk menjaga kelembapan kulit dan rambut, mengobati jerawat dan luka akibat sengatan matahari.
Orang Romawi dahulu gemar meramu cuka apel dengan tanaman herba atau minyak esensial untuk perawatan kulit. Cuka apel berkhasiat bagi kulit karena mengandung unsur-unsur berkhasiat tonik yang dapat melancarkan sirkulasi darah dalam pembuluh darah halus pada jaringan kulit; antiseptik untuk mencegah penyebaran bakteri, virus, atau jamur yang dapat memicu infeksi; dan mengandung zat-zat nutrisi lain yang membantu membuang kelebihan lemak pada permukaan kulit dan mencegah kulit kering.
Bahan :
Apel 1 kg, Gula 250 gram, Air 3 lt.
Peralatan:
Pisau, timbangan, kain saring, baskom, panic, gallon atau guci, kompor.
Cara Pembuatan:
- Apel dicuci bersih, kemudian di iris tipis – tipis.
- Tambahkan air dan direbus hingga mendidih.
- Kecilkan api kompor, tambahkan gula pasir dan biarkan selama 30-45 menit hingga aroma apel keluar.
- Kemudian dilakukan penyaringan sehingga diperoleh sari buah apel.
- Masukkan sari buah apel ke dalam gallon kemudian tutup rapat agar tidak terkontaminasi udara luar.
- Biarkan sari apel di dalam gallon sampai dingin, kemudian tambahkan yeast dan gallon ditutup rapat kembali
- Fermentasi sari apel selama 1-2 minggu hingga terbentuk alcohol.
- Jika alcohol sudah keluar, tutup gallon dibuka dan diganti dengan kain kasa. Fermentasi kembali selama kurang lebih 2 minggu sehingga terbentuk cuka dan pH mencapai 3-4(semakin lama fermentasi maka cuka akan semakin bagus)
- Setelah cuka siap dipanen, ambil cuka dari gallon dan dipasteurisasi (dipanaskan) untuk mematikan mikroba pembentuk asam.
Dosis umum, ½ -1 sdm cuka apel dicampur dengan segelas air. Mium 2-3 kali sehari beberapa menit sebelum makan. Dosis ini juga dianjurkan bagi penderita artritis. Bila belum biasa dengan rasanya, boleh ditambah 1 sdt madu atau jus buah sebagai pengganti air.
Untuk luka akibat sengatan matahari, dinginkan cuka apel dan kompreskan langsung pada kulit sakit.
Untuk anak-anak, cukup 1 sdt saja. Sebagian ahli menganjurkan minum ekstra air 2-3 gelas setelah minum cuka apel untuk lebih mempercepat pengeluaran racun dan lemak. Cuka apel juga bisa dicampurkan dalam masakan atau salad. nb: Pilihlah buah apel organik untuk membuat cuka apel.
Diposting oleh
peluang usaha
di
02.44
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
artikel
Kamis, 28 Oktober 2010
Pengembangan Jagung Harus Terintegrasi
Jagung telah menjadi komoditas penting di dunia. Kebutuhan jagung dunia juga terus meningkat dengan dijadikannya jagung sebagai alternatif bahan bakar. Kini, jagung tidak lagi hanya dikonsumsi sebagai bahan makanan manusia dan pakan hewan, melainkan telah merambah ke dunia energi yang dibudhkan banyak negara. Indonesia pun dinilai berpeluang untuk memasok jagung dunia.
Namun, hal itu tidak mudah, karena sampai saat ini produksi jagung nasional belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Hingga akhir tahun 2010, misalnya, impor jagung Indonesia diperkirakan bakal menembus angka 1,3 juta ton. Masih tingginya impor jagung Indonesia tidak terlepas dari kinerja produksi komoditas tersebut yang akhir-akhir ini kurang menggembirakan. Produksi jagung semakin berkurang akibat lahan jagung mengalami susut karena sebagian digunakan untuk ditanami tebu dalam program intensifikasi tebu.
Anton J. Supit, Ketua Pelaksana Harian Dewan Jagung Nasional yang juga salah satu Pengurus Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI), ketika dihubungi Business News. Rabu (27/10) di Jakarta mengungkapkan Indonesia bakal selalu defisit produksi jagung jika sejumlah kendala klasik seperti kelangkaan pupuk, minimnya gudang penyimpanan, serta buruknya infrastruktur tidak segera dibenahi. Pemerintah, sudah selayaknya menyediakan infrastruktur yang memadai,mulai dari traktor, bibit, hingga peralatan pengering. "Jika perlu pemerintah menyediakan pelabuhan curah untuk jagung."
Pemerintah seharusnya mengembangkan lahan dan produksi jagung secara terintegrasi. Tanaman jagung, perlu dilakukan di provinsi yang terintegrasi dengan industri peternakan, sehingga masalah pakan ternak dan unggas dapat diatasi. "Jagung sebaiknya jangan dikembangkan di seluruh Indonesia, harus dipilih daerah-daerah yang benar-benar akan menghasilkan, dan yang penting dekat pabrik pakan juga."
Yang menjadi pertimbangan, mengapa sentra produksi jagung harus dekat dengan pabrik pakan karena ongkos angkut akan membengkak jika kebun tidak dekat dengan pabrik. Banyak produsen pakan ternak mengeluh ongkos transportasi antar kota jauh lebih mahal dibandingkan transportasi untuk mengimpor jagung. Oleh karena itu, pemerintah harus mencari solusi terkait dengan pakan ternak dan unggas yang harganya sangat fluktuatif.
Beberapa provinsi yang cocok untuk dikembangkan tanaman jagung antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, NTB, dan Kalimantan Selatan. Melalui pengembangan jagung yang terintegrasi, diharapkan kendala sulitnya distribusi antar daerah dapat diatasi. "Saat ini masih terdapat wilayah yang kelebihan pasokan, sementara di daerah lain jusru kekurangan. Jika masalah ini tidak ditangani secara komprehensif, produsen pakan ternak akan lebih suka impor biaya angkutnya lebih murah."
Jakarta, 28 Oktober 2010 (Business News)
Namun, hal itu tidak mudah, karena sampai saat ini produksi jagung nasional belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Hingga akhir tahun 2010, misalnya, impor jagung Indonesia diperkirakan bakal menembus angka 1,3 juta ton. Masih tingginya impor jagung Indonesia tidak terlepas dari kinerja produksi komoditas tersebut yang akhir-akhir ini kurang menggembirakan. Produksi jagung semakin berkurang akibat lahan jagung mengalami susut karena sebagian digunakan untuk ditanami tebu dalam program intensifikasi tebu.
Anton J. Supit, Ketua Pelaksana Harian Dewan Jagung Nasional yang juga salah satu Pengurus Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI), ketika dihubungi Business News. Rabu (27/10) di Jakarta mengungkapkan Indonesia bakal selalu defisit produksi jagung jika sejumlah kendala klasik seperti kelangkaan pupuk, minimnya gudang penyimpanan, serta buruknya infrastruktur tidak segera dibenahi. Pemerintah, sudah selayaknya menyediakan infrastruktur yang memadai,mulai dari traktor, bibit, hingga peralatan pengering. "Jika perlu pemerintah menyediakan pelabuhan curah untuk jagung."
Pemerintah seharusnya mengembangkan lahan dan produksi jagung secara terintegrasi. Tanaman jagung, perlu dilakukan di provinsi yang terintegrasi dengan industri peternakan, sehingga masalah pakan ternak dan unggas dapat diatasi. "Jagung sebaiknya jangan dikembangkan di seluruh Indonesia, harus dipilih daerah-daerah yang benar-benar akan menghasilkan, dan yang penting dekat pabrik pakan juga."
Yang menjadi pertimbangan, mengapa sentra produksi jagung harus dekat dengan pabrik pakan karena ongkos angkut akan membengkak jika kebun tidak dekat dengan pabrik. Banyak produsen pakan ternak mengeluh ongkos transportasi antar kota jauh lebih mahal dibandingkan transportasi untuk mengimpor jagung. Oleh karena itu, pemerintah harus mencari solusi terkait dengan pakan ternak dan unggas yang harganya sangat fluktuatif.
Beberapa provinsi yang cocok untuk dikembangkan tanaman jagung antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, NTB, dan Kalimantan Selatan. Melalui pengembangan jagung yang terintegrasi, diharapkan kendala sulitnya distribusi antar daerah dapat diatasi. "Saat ini masih terdapat wilayah yang kelebihan pasokan, sementara di daerah lain jusru kekurangan. Jika masalah ini tidak ditangani secara komprehensif, produsen pakan ternak akan lebih suka impor biaya angkutnya lebih murah."
Jakarta, 28 Oktober 2010 (Business News)
Diposting oleh
peluang usaha
di
23.29
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
artikel
Padi Varietas Tahan Perubahan Iklim Diluncurkan
Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan benih padi varietas unggul yang tahan perubahan cuaca dan wereng. Ada tiga benih padi unggul, yakni Inpari 13 yang tahan hama wereng, Inpara varietas tahan rendaman, dan Inpago tahan kering.
Hal itu dikatakan Pit Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Gatot Irianto di sela acara Panen Raya dan Pencanangan Tanam Masa Panene I di Desa Balerejo, Kecamatan Ba-lerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (27/10).
"Pemerintah telah mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi selama 2010, yakni dengan pembuatan dan meluncurkan sejumlah padi varietas unggul, masing-masing varietas memiliki keunggulan dan tahan terhadap hama maupun kondisi cuaca," ujar Gatot.
Menurut dia, ketiga varietas padi itu kini gencar disosialisasikan oleh Kementerian Pertanian guna mengahadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Ketiga padi varietas unggul itu sebenarnya sudah diluncurkan Badan Penelitan dan Pengembangan (Litbang) Pertanian.
"Kami berharap pada musim tanam berikutnya, varietas jenis hibrida baru ini dapat digunakan oleh petani," tutur Gatot
Gatot menjelaskan, di samping memicu serangan hama, anomali cuaca berdampak pada bertambahnya luas lahan tanaman padi. Pada keadaan normal, petani biasanya hanya panen tiga kali dalamsatu tahun. Narnun, akibat anomali cuaca menjadi empat kali panen.
"Dengan kata lain, petani bisa menanam padi terus dalam satu tahun ini. Hal ini karena didukung oleh curah hujan yang tinggi selama musim kemarau," kata Gatot
Selain pembuatan varietas baru, antisipasi dampak anomali cuaca ditekan melalui koordinasi dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kepala daerah diharapkan bisa meneruskan informasi dari BMKG kepada kalangan kelompok tani.
"Dengan begitu, petani diharapkan mencermati informasi cuaca tersebut sebagai acuan petani untuk bertanam," tutur dia.
Sementara, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KT-NA) Kabupaten Madiun Suharno mengatakan, sejumlah daerah di Kabupaten Madiun sudah mencoba varietas Inpari.
"Varietas Inpari yang dipakai dan cocok yaitu Inpari 4 dan 7, varietas yang lainnya masih mengalami serangan hama. Belum tahu yang jenis Inpari 13," kata Suharno.
Data dari Badan Ketahanan Pangan setempat mencatat, akibat bertambahnya luasan lahan padi yang ditanam pada musim tanam tahun ini, membuat produksi gabah di Kabupaten Madiun meningkat.
Produksi gabah kering giling (GKG) pada tahun ini mencapai 431,7 ribu ton atau meningkat 10,26% dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 391,5 ribu ton. Jumlah itu otomatis menambah stok beras dari 389 ribu ton menjadi 429 ribu ton beras.
Hal itu dikatakan Pit Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Gatot Irianto di sela acara Panen Raya dan Pencanangan Tanam Masa Panene I di Desa Balerejo, Kecamatan Ba-lerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (27/10).
"Pemerintah telah mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi selama 2010, yakni dengan pembuatan dan meluncurkan sejumlah padi varietas unggul, masing-masing varietas memiliki keunggulan dan tahan terhadap hama maupun kondisi cuaca," ujar Gatot.
Menurut dia, ketiga varietas padi itu kini gencar disosialisasikan oleh Kementerian Pertanian guna mengahadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Ketiga padi varietas unggul itu sebenarnya sudah diluncurkan Badan Penelitan dan Pengembangan (Litbang) Pertanian.
"Kami berharap pada musim tanam berikutnya, varietas jenis hibrida baru ini dapat digunakan oleh petani," tutur Gatot
Gatot menjelaskan, di samping memicu serangan hama, anomali cuaca berdampak pada bertambahnya luas lahan tanaman padi. Pada keadaan normal, petani biasanya hanya panen tiga kali dalamsatu tahun. Narnun, akibat anomali cuaca menjadi empat kali panen.
"Dengan kata lain, petani bisa menanam padi terus dalam satu tahun ini. Hal ini karena didukung oleh curah hujan yang tinggi selama musim kemarau," kata Gatot
Selain pembuatan varietas baru, antisipasi dampak anomali cuaca ditekan melalui koordinasi dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kepala daerah diharapkan bisa meneruskan informasi dari BMKG kepada kalangan kelompok tani.
"Dengan begitu, petani diharapkan mencermati informasi cuaca tersebut sebagai acuan petani untuk bertanam," tutur dia.
Sementara, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KT-NA) Kabupaten Madiun Suharno mengatakan, sejumlah daerah di Kabupaten Madiun sudah mencoba varietas Inpari.
"Varietas Inpari yang dipakai dan cocok yaitu Inpari 4 dan 7, varietas yang lainnya masih mengalami serangan hama. Belum tahu yang jenis Inpari 13," kata Suharno.
Data dari Badan Ketahanan Pangan setempat mencatat, akibat bertambahnya luasan lahan padi yang ditanam pada musim tanam tahun ini, membuat produksi gabah di Kabupaten Madiun meningkat.
Produksi gabah kering giling (GKG) pada tahun ini mencapai 431,7 ribu ton atau meningkat 10,26% dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 391,5 ribu ton. Jumlah itu otomatis menambah stok beras dari 389 ribu ton menjadi 429 ribu ton beras.
Diposting oleh
peluang usaha
di
20.52
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
artikel
Apa itu Agropolitan… ?
oleh : Nazaruddin Margolang, S.IP.,M.Si
Urbanisasi sepertinya merupakan suatu hal yang secara logis bakal terjadi. Sebab sudah sewajarnyalah manusia akan mencari lingkungan hidup yang dapat memfasilitasi kebutuhannya, dan hal itu kenyataannya akan dapat diperoleh dengan mudah di wilayah perkotaan. Maka jadilah desa semakin hari menjadi tidak menarik dan banyak ditinggalkan. Muncullah konsep Agropolitan yang mejanjikan desa memiliki fasilitas perkotaan, namun masih bernuansa pertanian. Pertanyaannya adalah, apa sesungguhnya agropolitan tersebut ?. Beberapa pendapat tentang agropolitan dapat dikemukakan sebagai berikut :
http://www.deptan.go.id : AGROPOLITAN (Agro = pertanian : Politan = kota) adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang yang mampu memacu berkembangnya sistem & usaha agribisnis sehingga dapat melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya.
* KAWASAN AGROPOLITAN, terdiri dari Kota Pertanian dan Desa-Desa sentra produksi pertanian yang ada di sekitarnya, dengan batasan yang tidak ditentukan oleh batasan administrasi Pemerintahan, tetapi lebih ditentukan dengan memperhatikan skala ekonomi yang ada. Dengan kata lain Kawasan Agropolitan adalah Kawasan Agribisnis yang memiliki fasilitas perkotaan.
* PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN, adalah pembangunan ekonomi berbasis pertanian di kawasan agribisnis, yang dirancang dan dilaksanakan dengan jalan mensinergikan berbagai potensi yang ada untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi, yang digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah.
Ini berarti Bila dilihat dari kata Agropolitan, maka Agropolitan terdiri dari kata Agro (pertanian) dan kata Politan (polis = kota), sehingga agropolitan dapat diartikan sebagai kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya. Kawasan agropolitan terdiri dari kota pertanian dan desa-desa sentra produksi pertanian yang ada disekitarnya, dimana kawasan pertanian tersebut memiliki fasilitas seperti layaknya perkotaan.
BAPPEDA Cianjur menulis bahwa sebagai suatu konsep pembangunan, pengembangan kawasan agropolitan merupakan salah satu upaya mempercepat pembangunan perdesaan dan pertanian, dimana kota sebagai pusat kawasan dengan ketersediaan sumberdayanya, tumbuh dan berkembang dengan membuka kemudahan dalam melayani, mendorong dan menghela usaha agribisnis di desa-desa hinterland dan desa-desa sekitarnya. Keterkaitan dalam sistem dan usaha agribisnis antara kota dan desa tersebut juga dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah dan mengurangi kesenjangan pendapatan antar masyarakat di kawasan agropolitan. Untuk dapat merealisasikan tujuan tersebut, diperlukan langkah terobosan berupa program pengembangan kawasan agropolitan, yang mana program ini perlu melibatkan berbagai pihak (stakeholder) yang bekerjasama secara terkoordinasi, terarah dan berkelanjutan.
http://www.tulungagung.go.id : Agropolitan pada dasarnya sebuah gerakan untuk kembali membangun desa. Desa yang baik idealnya harus bisa menjadi suatu tempat yang nyaman, bermartabat dan mensejahterakan masyarakatnya. Jangan beranggapan desa yang maju itu harus menjadi kota. Akan tetapi menjadikan desa itu menjadi tempat yang layak. Sebenarnya hal inilah yang melahirkan ide agropolitan.
Konsep agrpolitan ini basisnya pada membangun fungsi kota pertanian dalam artian luas. Dimana pertanian itu tidak dilihat dari sisi bercocok tanam dan mencangkul saja.
Di dalam kawasan agropolitan harus terdapat sektor industri, jasa, pariwisata, dan sebagainya, namun basisnya pertanian dalam arti yang luas.
http://ciptakarya.pu.go.id : Penyediaan Prasarana dan Sarana Kawasan Agropolitan, Kawasan agropolitan adalah kawasan pertanian yang terdiri dari kota Pertanian, desa-desa sentra produksi pertanian dan desa peyangga yang ada di sekitarnya, yang memiliki fasilitas untuk berkembangnya pertanian industri.
Sebaiknya kawasan pertanian yang dipilih adalah kawasan pertanian yang sudah ditumbuhkembangkan oleh pemerintah daerah dan Departemen Pertanian. Kawasan tersebut antara lain Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan (KIMBUN), Kawasan Peternakan, Kawasan Hortikultura atau Kawasan Tanaman Pangan. Program untuk kawasan yang akan dikembangkan menjadi kawasan agropolitan dilakukan melalui kerjasama dengan masyarakat, swasta serta kerjasama lintas sektoral dan lintas pusat dan daerah yang diorganisasikan oleh manajemen yang efisien, dan harus menjadi komitmen dari pemerintah daerah (Bupati/ Walikota, DPRD, masyarakat setempat). Untuk berkembangnya kawasan pertanian menjadi kawasan pertanian industri maka kawasan desa sentra produksi pertanian dan kota pertanian yang ada dikawasannya, harus dirancang agar memiliki fasilitasi perkotaan, lembaga pendidikan, lembaga penyuluhan dan alih teknologi pertanian, lembaga kesehatan, jaringan jalan, irigasi, transportasi, telekomunikasi serta prasarana dan sarana umum lainnya.
Pada kawasan ini peranan masyarakat cukup dominan dan berperan aktif dalam pembangunan kesejahteraannya, sedangkan peranan pemerintah bersifat memberikan fasilitasi, memberikan dukungan iklim kondusif dan pembuatan peraturan perundang-undangan untuk berkembangnya dinamika pembangunan dan melindungi eksistensi program. Masyarakat disodorkan agar berperilaku selalu berorientasi bahwa produk yang dihasilkan adalah produk untuk selanjutnya dipasok ke proses industri. Kebijakan untuk mewujudkan pertanian industri ini perlu dilakukan secara konsisten, terarah dan transparan. Tanpa adanya perlindungan dari pemerintah eksistensi kawasan agropolitan sulit untuk ditegakkan, bertahan dan berlanjut.
http://nagaisori.com/uncategorized/apa-itu-agropolitan.html
Diposting oleh
peluang usaha
di
01.41
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
artikel
Peluang Investasi Orang Kota, Peluang Usaha Orang Desa
[ kompas.com Minggu, 13 September 2009] Banyak peluang usaha yang berserakan di sekitar kita. Cerita tentang limbah jadi harta melimpah sudah banyak kita dengar. Tetapi dari sekian banyak potensi itu tulisan ini akan bicara tentang potensi luar biasa dari kelinci. Jangan dibayangkan kelinci yang dimaksud adalah kelinci kampung yang kurus-kurus dan hidup dipelihara petani secara tradisional, melainkan kelinci jenis impor yang memiliki beragam jenis tubuh; mulai yang kerdil (berbobot 7 ons) hingga kelinci jumbo (berbobot 6-8 Kg). Sekarang ini di Indonesia sudah banyak ragam jenis kelinci asing yang berkembang. Sebagian untuk piaraan (hobies) sebagaian untuk tujuan penghasil daging berkualitas.
Saking dahsyatnya potensi usaha kelinci, tak heran kalau kemudian buku ini secara khusus membicarakan perihal Investasi, Bisnis, Marketing dan Pemberdayaan. Buku setebal 188 halaman ditulis secara akurat dan detail tentang seluk beluk usaha kelinci. Dalam buku ini disebutkan, populasi kelinci dalam setiap dua bulan sekali kelahiran mampu menghasilkan 6-8 ekor. Kelinci umur 1 bulan menghasilkan 1 kg daging berkualitas dibanding daging hewan lain.
Daging kelinci memiliki kandungan proteinnya tinggi (25 %), rendah lemak (4%), dan kadar kolesterol daging juga rendah yaitu 1,39 g/kg. Kandungan lemak kelinci hanya 8%, sedangkan daging ayam, sapi, domba, dan babi masing-masing 12%, 24%, 14%, dan 21%. Kadar kolesterolnya sekitar 164 mg/100 gram daging, sedangkan ayam, sapi, domba, dan babi berkisar 220—250 mg/100 gram daging.
Maka, dengan cukup memelihara 2 ekor kelinci betina dan 1 ekor kelinci pejantan, sebuah keluarga dengan 5 penghuni sudah lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar gizi. Karena itulah tak heran jika kelinci bisa menjadi solusi untuk melawan gizi buruk bangsa Indonesia .
Potensi daging kelinci dengan harga Rp 20.000 per Kg adalah harga ideal. Dengan harga itu kelinci meninggalkan penghasilan jauh dari ternak hewan lain, seperti domba dan sapi karena populasinya yang cepat (2 bulan sekali beranak) dan biaya pakan rendah serta ramah lingkungan. Kalau hendak menegak untung luar biasa hingga mencapai 4 kali lipat dari penghasil pedaging, kita bisa beternak kelinci untuk tujuan hias,-hanya saja -memiliki resiko instabilitas pada pemasaran. Di luar tubuhnya kelinci memiliki sejumlah aset luar biasa, pada bulu dan kotoran (pupuk organik) yang sangat berkualitas untuk menyuburkan tanaman, terutama tanaman sayuran, buah dan tanaman hias.
Marketing dan Investasi
Marketing kelinci tergolong unik karena tantangannya bukanlah persaingan, melainkan pembukaan pasar. Pasar kelinci tidak sulit. Melalui pendekatan yang khas, buku ini membuka mata kita untuk memudahkan meraih peluang pasar. Pasar bisa dibuka di mana saja, dengan mudah dan murah. Trik-trik dagang modern yang manusiawi dijelaskan secara baik dan detail dalam buku ini.
Memang tidak semua orang bisa melakuan ternak kelinci. Solusinya adalah investasi bagi hasil kepada peternak handal. Investasi kelinci bisa dilakukan dengan modal kecil dan besar. Atau jika hendak memakai paradigma pemberdayaan, para investor dengan modal Rp 700.000. ternak kelinci sangat cocok untuk penguatan ekonomi rakyat. Seandainya kita hendak mengembangkan secara massal, bisa dilakukan kepada para petani di desa. Ini adalah peluang bisnis sekaligus investasi sosial bagi orang kota untuk memajukan perekonomian petani atau kaum santri di desa-desa.
Kandang kelinci bisa dibuat sendiri dari bahan setempat atau barang-barang sisa. Ukuran kandang untuk masing-masing bibit kelinci cukup 70 X 100 cm. Untuk tiap kelompok anak kelinci dari induk cukup 70 X 70 cm. Jelaslah di sini, pekarangan yang diperlukan tidaklah besar.
Kalau sudah demikian potensial mengapa belum banyak yang ternak kelinci?
Buku ini memberikan jawaban, bahwa masyarakat kita sudah jauh dari “ideologi” beternak maupun bertani. Kebanyakan orang sudah bosan menyandang predikat petani/peternak. Kedua, tidak memiliki lahan dan sarana pendukung, seperti pasokan rumput, pengelolaan pakan dan lain sebagainya. Masalah pertama adalah faktor budaya. Ini adalah masalah mentalitas bangsa secara umum di mana kalangan muda kita lebih dengan gaji pragmatis ketimbang menjadi entrepreneur, terutama di bidang peternakan atau pertanian. Kedua, hanya soal teknis. Sangat bisa diatasi dengan mengenal seluk-beluk ternak kelinci secara mendalam.
Membuka mata lebar-lebar atas setiap potensi adalah cara terbaik bagi kita dan orang-orang di sekitar kita untuk meraih kemajuan. Buku ini sangat baik bagi siapa saja, mereka para petani desa, peternak, pelaku agribisnis dan calon investor yang berminat mengembangkan uangnya beranak pinak secepat populasi kelinci.
Judul Buku: Ternak Uang Bersama Kelinci
Penulis : Faiz Manshur
Penerbit: Nuansa Cendekia (Anggota IKAPI) Bandung Juli 2009.
Tebal: 188 halaman
Harga: Rp 36.000
Resensi buku oleh Makmun Yusuf
Makmun Yusuf. Peminat Buku-Buku Kajian Bisnis dan Marketing, tinggal di Yogyakarta
Diposting oleh
peluang usaha
di
01.11
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
artikel




